• Jumat, 2 Desember 2022

Bharada E dan Ajudan Irjen Pol Sambo Diperiksa Komnas HAM Terkait Penembakan Brigadir J

- Kamis, 28 Juli 2022 | 09:03 WIB
Thumbnail video yang mengatakan Bharada E menceritakan Brigadir J dihabisi dengan sangat keji.  (Tangkapan layar YouTube 212 TV)
Thumbnail video yang mengatakan Bharada E menceritakan Brigadir J dihabisi dengan sangat keji. (Tangkapan layar YouTube 212 TV)

KILAS.CO – Terkait penembakan yang menewaskan Brigadir J, Komnas HAM memeriksa Enam ajudan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.

Salah satu yang ikut diperiksa oleh Komnas HAM yaitu Bharada E terkait kasus baku tembak yang merenggut nyawa Brigadir J itu.

Pemeriksaan antara ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo dan Bharada E oleh Komnas HAM dilakukan terpisah.

Hal tersebut dilakukan oleh Komnas HAM guna mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya sesuai yang mereka butuhkan.

Baca Juga: Erick Thohir: Kelapa Sawit Jadi Salah Satu Incaran China dalam Kesepakatan Indonesia dan China

"Jadi tidak dalam satu ruangan yang sama. Ini penting agar kami mendapatkan kekayaan informasi yang dibutuhkan," kata Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam, dikutip dari Antara, Rabu, 27 Juli 2022.

Meski demikian, Komnas HAM membeberkan bahwa dalam pemeriksaan tersebut, ada satu orang ajudan yang berhalangan hadir dengan alasan yang belum juga diketahui.

"Kami juga belum ada pemberitahuan," ucapnya.

Diketahui, dalam pemeriksaan tersebut, pihak Komnas HAM pun meminta para ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo itu untuk menggambarkan posisi masing-masing saat insiden baku tembak berlangsung.

Namun, tentu saja setiap ajudan akan diberikan sejumlah pertanyaan khusus yang menyangkut soal kontribusi mereka dalam insiden yang menewaskan Brigadir J itu.

Baca Juga: Duga Ada Indikasi Promosi LGBT, MUI Minta Pemerintah Segera Buat Gerakan

"Contoh Bharada E, itu kontribusinya apa dalam struktur peristiwa kami tanyakan. Berbeda dengan ajudan lainnya yang memiliki kontribusi lain dalam peristiwa itu," ujar Choirul Anam.

Komnas HAM juga mengungkapkan bahwa dalam pemeriksaan tersebut, Bharada E pun memberikan keterangannya dan menjelaskan soal tembak menembak yang ia lakukan menewaskan Brigadir J itu.

"Sepanjang yang kami periksa, Bharada E menjelaskan banyak hal. Salah satunya adalah soal menembak," kata Choirul Anam.

Sampai saat ini, Komnas HAM masih belum dapat menyimpulkan hasil dari pemeriksaan sejumlah ajudan tersebut.

Baca Juga: Jokowi Kunjungi Tiongkok, Bahas Kesepakatan Kerja dengan Xi Jinping

Dikutip Kilas.co dari berita Pikiran-Rakyat.com berjudul Bharada E dan Ajudan Irjen Pol Sambo Diperiksa, Komnas HAM Tanyai Soal Kontribusi hingga Struktur Peristiwa”

Pasalnya, Komnas HAM masih membutuhkan sejumlah keterangan lain dari berbagai pihak, diantaranya, pengurus rumah tangga.

Komnas HAM juga menyebutkan bahwa pihaknya akan menunggu hasil dari autopsi ulang jenazah Brigadir J untuk dapat menyimpulkan kasus tersebut.

Baca Juga: Citayam Fashion Week diusulkan Pindah Lokasi, Rus Suharto: Kami Siap Siapkan Mall yang Sepi

Sebelumnya, Brigadir J tewas akibat luka tembakan yang bersarang di tubuhnya. Diketahui, luka akibat tembakan itu berasal dari peluru yang masuk dan yang keluar.

"Ada pertanyaan, kenapa kok jumlah lukanya masuk dan keluar berbeda? Jumlah luka masuk dan keluar berbeda karena memang ada yang masuk dan keluarnya memang pelurunya masih bersarang di tubuh. Sehingga jumlahnya berbeda," ujar Choirul Anam. ***

(Egista Hidayah/Pikiran-Rakyat.com)

 

Editor: Ayun Hapsari

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X