• Selasa, 28 Juni 2022

Nasib Startup di Tangan Pasar Setelah Terancam Gulung Tikar

- Senin, 30 Mei 2022 | 17:53 WIB
Illustrasi Startup (Ahmad Hafidz Zaini)
Illustrasi Startup (Ahmad Hafidz Zaini)

KILAS.CO – Beberapa perusahaan rintisan (startup) di Indonesia tiba-tiba membuat kabar mengejutkan dengan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Perusahaan rintisan yang kita harapkan dapat menyerap lapangan pekerjaan dan diharapkan menjadi tulang punggung perekonomian di Indonesia di tengah-tengah pandemic Covid-19, justru banyak melakukan PHK.

PHK terjadi dibanyak sector ketika pandemic melanda. Dibidang Edutech yang sudah melakuakn PHK adalah Zenius, dibidang perusahaan pertanian adalah Tanihub, dibidang pembayaran ada LinkAja, dibidang perusahaan furniture ada Fabelio, dibidang fintech landing ada Uang Teman, dan penyedia layanan belanja daring atau e-commerce ada JD.ID.

Alasan PHK adalah karena penyesuaian bisnis. Penyesuaian tersebut berdampak pada perubahan fungsi beberapa divisi termasuk terhadap kebutuhan pegawai di dalamnya. PHK juga diputuskan agar keberlanjutan perusahaan semakin efisien serta sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Bank BSI Berikan Dividen Rp757 Miliar ke Investor

Lewat keterangan resmi, Zenius menyatakan terkena dampak ekonomi sehingga 200 karyawan mereka harus meninggalkan perusahaan. LinkAja melakukan PHK dalam rangka reorganisasi sumber daya manusia.

Jauh sebelum LinkAja dan Zenius, startup di bidang furnitur Fabelio juga melakukan hal serupa. Startup itu bahkan memaksa puluhan karyawannya mengundurkan diri jika ingin beroleh bayaran penuh. Namun, hingga para karyawan mengundurkan diri, kabarnya hak-hak mereka tak kunjung dipenuhi.

Tanihub melakukan PHK massal setelah dua gerainya di Bandung dan Bali ditutup. Langkah PHK dilakukan karena startup itu menghentikan kegiatan business to consumer (B2C) dan fokus meningkatkan pertumbuhan business to business (B2B).

Sangat disayangkan, padahal pada pertengahan Desember 2021, saat memberi sambutan dalam acara Peresmian Gerakan Akselerasi Generasi Digital di Jakarta Convention Center, Jakarta, Presiden Joko Widodo menyebut, saat ini di Indonesia sudah ada 2.319 startup.

Halaman:

Editor: Ayun Hapsari

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X