• Selasa, 28 Juni 2022

Kebijakan People First Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi RI

- Jumat, 27 Mei 2022 | 10:58 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di kegiatan Road to G20 di Davos, Swiss, Selasa (25/5/2022) (Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di kegiatan Road to G20 di Davos, Swiss, Selasa (25/5/2022) (Kemenko Perekonomian)

KILAS.CO - Sesudah terpukul wabah, perlahan-lahan perekonomian Indonesia bangkit. Menteri Koordinator Ekonomi Airlangga Hartarto menjelaskan, bangkitnya keadaan Indonesia bisa ditunjukkan dengan kemajuan ekonomi tinggi pada kwartal pertama tahun 2022 yang capai 5,01% dan semakin tinggi dari negara G20 lain termasuk Jerman dan Tiongkok.


Menteri Koordinator Ekonomi Airlangga Hartarto juga menyampaikan bahwa pulihnya kondisi Indonesia dapat dibuktikan dengan pertumbuhan ekonomi tinggi pada kuartal pertama tahun 2022 yang mencapai 5,01% dan lebih tinggi dari negara G20 lain termasuk Jerman dan Tiongkok.

Hal tersebut disampaikan Menko Airlangga ketika mewakili Indonesia untuk menyampaikan pandangan dan perspektif pada sesi Country Strategy Dialogue dalam rangkaian perhelatan World Economic Forum Annual Meeting (WEFAM) 2022 di Davos, Swiss, Rabu, 25 Mei 2022.

“Pencapaian pertumbuhan ekonomi yang signifikan ini didukung oleh kebijakan Pemerintah yang bersifat people-first. Pemerintah menempatkan diri sebagai masyarakat untuk mempertimbangkan bagaimana dampak yang akan dirasakan oleh masyarakat akibat dari keputusan-keputusan yang akan dan telah diterapkan,” ujar Menko Airlangga.

Salah satu contohnya adalah tentang kebijakan pemberian bantuan tunai kepada para pedagang kaki lima, pemilik warung, dan nelayan (BT-PKLWN) yang diinisiasi untuk membantu pelaku UMKM sekaligus mendorong konsumsi masyarakat.

Dikutip Kilas.co dari berita Pikiran-Rakyat.com berjudul "Menko Airlangga: Ekonomi RI Tumbuh 5,01 Persen karena Kebijakan Bersifat People First"

Selain itu, ada juga program Kartu Prakerja yang bersifat semi bansos dan diinisiasi Pemerintah untuk reskilling dan upskilling masyarakat di masa pandemi. Kartu Prakerja ini manfaatnya berhasil diterima oleh 11,4 juta penerima. Untuk siswa sekolah, Pemerintah juga memberikan bantuan kuota internet gratis guna menjamin ketersediaan pendidikan di masa pandemi.

Seluruh langkah tersebut memang memiliki risiko dari sisi kebutuhan anggaran negara. Namun, Menko Airlangga percaya bahwa hal tersebut akan mendatangkan keuntungan jangka panjang bagi masyarakat.

“Pemerintah memprioritaskan masyarakat, kami berinvestasi di dalamnya, dan memastikan kepercayaan mereka. Saya sangat yakin bahwa keputusan ini dalam jangka panjang akan terbukti sama pentingnya dengan yang mereka lakukan dalam jangka pendek. Pada akhirnya, jika masyarakat Indonesia dapat mempercayai Pemerintah, maka masyarakat tersebut akan menjadi investasi paling berharga bagi sebuah negara,” kata Menko Airlangga.

Halaman:

Editor: Suyahman

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

X