• Jumat, 30 September 2022

Untuk Melindungi Ide KemenKopUKM Dorong pelaku UMKM Daftar HKI

- Senin, 1 Agustus 2022 | 08:57 WIB
Ilustrasi Rulli Nuryanto KemenKopUKM (Foto: kemenkopukm.go.id)
Ilustrasi Rulli Nuryanto KemenKopUKM (Foto: kemenkopukm.go.id)

 

KILAS.CO - Demi melindung ide dan hasil kreasi agar dapat leluasa berinovasi dan berdaya saing kuat, Kementrian koperasi dan UKM (KemenKopUKM) mendorong agar para pelaku UMKM untuk mendaftar Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Pada beberapa waktu lalu, di acara Roving Seminar Kekayaan Intelektual yang bertempat di Yogyakarta, Rulli Nuryanto selaku Staff Ahli Menteri Bidang Ekonomi Makro KemenkopUKM mendapat piagam penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia atas partisipasinya yang telah memacu pertumbuhan kreativitas dan inovasi kekayaan intelektual dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.

Pada kesempatan tersebut Rulli berkata bahwa HKI mempunyai sejumlah fungsi yang sangat penting bagi pelaku usaha mikro, sebagai perlindungan hukum bagi pencipta karya tersebut, mendorong semangat kreativitas, mendorong inovasi, sebagai instrumen optimalisasi Bisnis UMKM (Legalitas, Image Building, dan Asset Usaha) dan mencegah terjadinya pelanggaran karya HKI.

Baca Juga: 3 Tahun Ajinomoto Visitor Center, Beginilah Perjalanan dan Pencapaiannya

Dari keseluruhan jenis HKI, penerbitan sertifikat hak merek paling banyak jika dibandingkan dengan sertifikat lainnya yaitu sebesar 136.886 sertifikat di tahun 2021.

Terkait dengan pemberian merek dagang berdasarkan data Direktorat Jenderal HKI Kemenkumham tahun 2020, terdapat sebanyak 10.529 UMKM yang mendapatkan pemotongan biaya layanan permohonan Hak Merek Dagang bagi Usaha Mikro yang semula Rp1,8 juta menjadi Rp500 ribu.

dikutip dari Pikiran Rakyat.com dari artikel yang berjudul KemenkopUKM Dorong UMKM Daftarkan HKI untuk Lindungi Karya Ide
 

Adapun rincian jumlah UMKM tersebut adalah 1.333 merupakan merek jasa, 9.187 merek dagang, 103 merek, dan 9 merek kolektif dagang dan jasa.

“Saat ini masih terjadi kesenjangan yang cukup signifikan antara pendaftaran hak merek dengan target yang ditetapkan. Sebagai contoh pada tahun 2022 target yang dipatok oleh keseluruhan Dinas Koperasi dan UMKM adalah sebesar 1.340 sertifkat hak merek sedangkan kebutuhan hak merek adalah sebanyak 5.180 sertifikat,” kata Rulli.

Halaman:

Editor: Ayun Hapsari

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X